Langsung ke konten utama

X-japan The Legendary Visual Kei




Ini adalah ulasan pertama saya tentang X-Japan. Karena saya nge-fans banget ama om Yoshiki dan Hide, maka saya akan mereview kembali band  legendaris ini, meski udah banyak blog lain yang me-review nya :P
X-japan bagi saya merupakan salah satu band legendaris dari jepang yang pertama kali memperkenalkan Visual Kei (the founding father of visual kei). Aliran musiknya seperti jaman2 itu antara slowrock-speedmetal. Kalau di baratkan grup band barat, X-Japan bagiku seperti Hellowen namun musik mereka bisa dikatakan lebih melodius.
Toshi sang vocalis yang dandanan nya kayak musisi jadul Kiss mampu menghasilkan suara melengking dangan nada tinggi yang berserak-serak. Permainan sang bassist lumayan seprti band-band jepang pada umumnya, cukup melodius dengan improve yang membuat harmonisasi semakin baik, namun improve nya masih tergolong standar menurutku tidak seperti permainan bass Tetsu dari Laruku yang jalan terus. Permainan drum om Yoshiki yang terinspirasi dari grup band Kiss dapat bermain dalam tempo cepat dan konstan, yang membuat drummer jadi spesial tidak lain karena sang drummer dalam beberapa lagu merangkap jadi pemain piano, bukan keyboard. Nah yang paling saya suka adalah permainan gitar, dua-dua nya bermain dengan seimbang dan sewaktu rhytm mereka dapat memadukan harmonisasi dua permainan  gitar dalam satu irama.

X-japan merupakan band yang pertama kali mempopulerkan Visual Kei di jepang. Band yang beraliran speedmetal  ini banyak terpengaruh oleh band legendaris  Kiss.
X-japan terdiri dari...
Yoshiki Hayashi (Yoshiki) – Drums & Piano
Toshimitsu Deyama (Toshi) – Vocal
Matsumoto Hideto R.I.P (Hide) – Guitars
Tomoaki Ishizuka (Pata) – Guitars
Hiroshi Morie (Heath) – Bassist
Taiji Sawada – ex Bassist

Dikalangan pecinta musik tanah air sendiri, X-japan cuma dikenal melalui namanya saja. Rata-rata pecinta musik disini cuma tau kalo x-japan  dalah sebuah grup band metal asal negeri matahari terbit dan mempunyai seorang gitaris yang meninggal karena “bunuh diri”(perlu diketahui, Hide meninggal bukan karena bunuh diri). Yah Cuma sekilas info aja yang perlu diketahui pecinta musik di indonesia.

Band ini bisa dibilang jauh kalah pamor dengan band2 jrock  jaman sekarang yang lagu-lagunya setiap hari di request j fans diradio-radio lokal yang mempunyai acara musik jepang, yah band2 jrock macem Laruku, Gazette, Alice Nine dll. Begitu pula majalah yang mengulas seputar kebudayaan jepang (manga, anime, musik, makanan) seperti animonster, anime inside dll x-japan juga jarang di ulas. Hal bisa dimengerti karena pada saat boomingnya hal-hal yang berbau jepang dinegeri ini, xjapan sudah tidak ada. Selain itu jenis musik yang dimainkan xjapan bisa  dikatakan sangat berbeda dibanding dengan band2 jrock jaman sekarang yang disukai fansnya yang tidak lain musik mereka lebih mengandalkan permainan bass yang disertai suara vokalisnya yang sama-sama GEDHE^^ dan suka bermain-main dengan  teknik falseto,  sedangkan xjapan sendiri lebih mengutamakan lengkingan 2 gitar yang bergantian mengisi posisi melody dan rhytm. Begitu juga disektor vokal, dibandingkan suara Hyde (Larc en ciel) dan Toshi itu berbeda 180 derajat, seperti yg sudah saya tulis diatas suara Hyde itu nge bass dan suka main teknik falseto, sedangkan suara Toshi bisa mencapai 3 oktav sehingga bisa memainkan lagu2 yang diperuntukan buat wanita. Tapi rasanya tidak adil membandingkan mereka dengan band2 vk jaman skarang. Bagaimanapun juga xjapan mewakiliera di zaman sedang boomingnya Guns & Roses era 80an-90an.

Kenapa x-japan bisa bubar?? Mungkin tu pertanyaan yg sering melintas dikalangan pecinta musik diindonesia. Saya rasa banyak diantaranya yg berpikir kalo xjapan bubar dikarenakan gitarisnya meninggal??


Sebenernya awal bubarnya xjapan adalah ketika tanpa ada sebab yg jelas vokalis xjapan mengungumkan pengunduran dirinya, banyak rumor yg beredar seputar alasan Toshi mengundurkan diri, dia mengatakan bahwa dia mengikuti seminar “menemukan jati diri & dan bergabung dngan suatu sekte??
Tentu saja hal ini membuat geger media masa & para fans X Japan di jepang, Yoshiki sang leader tentu saja menjadi jengkel & marah atas tindakan Toshi tersebut.. namun atas permintaan para fansnya, disepakati bahwa X Japan akan mengadakan sebuah konser perpisahan yang bernama “The Last Live” (The Last Live sendiri merupakan salah satu konser termegah & terbesar yang pernah diselenggarakan di Jepang, baik dari segi tata lampu, desain panggung, hingga efek-efek yang ada benar-benar luar biasa). atmosfer suasana konser itu sendiri benar-benar memorial, sangat terasa suasana sedih, haru mewarnai jalannya koser tersebut, apalagi pada saat X japan membawakan lagu-lagu ballad mereka yang melegenda seperti Endless Rain, Longing, Forever Love terlihat baik penonton maupun X Japan sama-sama menitikkan air mata.
Yoshiki sendiri sudah menyiapkan rencana untuk melahirkan band X yang baru ditahun 2000 beserta dengan vokalis barunya, namun niatnya itu harus ikut terkubur beserta dengan kematian sang gitaris Hide.
banyak diantara J Rockers zaman sekarang yang mengidolakan X Japan, dan sosok Hide sendiri sangat dihormati oleh musisi musisi diseluruh dunia. beliau yang memulai menggunakan istilah J Rock & banyak orang yang percaya bahwa harajuku style berawal dari Hide.
Tapi tunggu!!!! niatan Yoshiki untuk menghidupkan kembali X japan ditahun 2000 memang gagal, tapi akhirnya pada tahun 2008 X Japan dibangkitkan kembali dari tidur panjangnya selama 11 tahun! bahkan Toshi tetap mengisi posisinya dibagian vokal. bukan cuma itu, melalui teknologi efek Hologram Hide pun dimunculkan untuk kembali menyapa dunia dengan sayatan sayatan gitarnya yang saling mengisi dengan Pata.
X Japan juga sempat merilis sebuah single dengan judul I.V., single ini juga digunakan sebagai soundtrack film SAW IV. Di PV dari single ini yang settingnya berada disebuah atap gedung, dibeberapa bagian dari lagu ini terasa seperti kehilangan sebuah sentuhan gitar milik hide, namun hal itu memang sengaja dilakukan untuk mengenang beliau… dan didalam gitar tersebut terlihat gitar hide dipajang diantara para member X Japan yang sedang memaninkan lagu I.V. sebagai wujud perwakilan dari diri Hide. beberapa kali sosok Hide pun dimunculkan di PV tersebut.
Kemudian setelah sukses menggelar konser selama 3 hari di Tokyo Dome sebagai wujud kembalinya X Japan diblantika musik dunia, dibulan Mei, X Japan menggelar konser di Ajinomoto Stadium selama 3 hari sebagai wujud penghormatan terhadap Hide. Konser yang bertajuk “Hide Memorial Summit” tersebut didukung oleh banyak artis & band-band J Rock, mereka adalah artis & band band yang dulunya sempat diorbitkan oleh X Japan ataupun mereka yang mengidolakan X Japan. Bahkan untuk menghormati X Japan, legenda rock Jepang lainnya yaitu Luna Sea yang notabene sering disebut “juniornya” X Japan & mereka juga sudah lama vakum dari dunia musik Jepang bersedia bersatu kembali demi X Japan.
Selama konser posisi Hide untuk sementara digantikan oleh Sugizo (Luna Sea).
dan pada tahun 2009 , impian X Japan untuk menggelar world tour segera dimulai. untuk kawasan eropa sendiri diawali di Paris – Perancis & bulan januari 2009 X Japan mampir di asia tenggara tepatnya di Thailand >.< untuk menggelar konser.
Tapi kenapa yah saat menggelar konser di Thailand itu, X Japan tidak mendengar atau  melihat ada sebuah negara yang terletak di zamrud khatulistiwa, negara yang besar, yang kaya akan budaya yang juga haus akan penampilan X Japan^^




 Source: Anima, Wikipedia, Official myspace X-Japan

Komentar