Langsung ke konten utama

Moi Dix Mois : Dark Sanctuary Part 2

lagi bingung mau bahas apa.Visual kei udah, review udah, segala tetek bengek fenomena alay juga udah. nah setelah lama gak posting, sekarang saya mau nge-review live tour nya Moi Dix Mois yang udah lama banget saya pengen review tapi gak ada kesempatan^^

yak berikut ini adalah live dari Moi dix Mois yang udah saya translate dari JaME 


19 Agustus, bertempatkan di Shibuya O-EAST, ‘Dark Sanctuary’ yang merupakan two-man live dari Moi dix Mois dan D'espairsRay dimulai.

Acara Dark Sanctuary memikat para fans yang mengenakan make up tebal dan ber style Gothic. Mereka berpenampilan seperti pada pesta-pesta ala Eropa pada zaman pertengahan.

Tiba-tiba venue menjadi gelap dan sound effect dari lagu sacred lake dimulai. Tirai dibuka dan masing-masing member mulai muncul ke panggung, diikuti dengan sorak sorai dari para penonton. Disana ada banyak salib di sebelah kanan dan kiri panggung, begitu juga di depan drum set. Mana mengenakan pakaian Lolita berwarna putih dengan renda-renda yang membuatnya terlihat angelic. Berkebalikan dengan K yang penuh dengan make up gelap, setengah rambutnya dibentuk spike dan setengahnya lagi di urai melewati bahunya, dia serasa mengeluarkan aura seorang setan. Seth, yang memakai penutup mata di sebelah kiri, mengenakan vest putih panjang, sarung tangan dan boots hitam, terlihat seperti seorang yang sadistic tapi tetap terlihat seksi. Sugiya datang dengan gaun putih yang terlihat seperti seorang suster; sedangkan Hayato terlihat sangat sophisticated dengan blus putih dan celana hitam.









Suara organ yang muncul terdengar sangat lirih dan lagu forbidden pun dimulai. Hentakan drum yang keras begitu pula dengan suara gitar yang keras dengan melodi-melodi dimainkan begitu dramatis. Gitar Mana, ESP jeune fille X Gips-Cross Ray- menyala merah dengan bentuk salib. Saat Seth berkata "Go mad and rampage harder", penonton makin panas dan exclude pun dimulai. K, yang memainkan gitar hitam, berteriak dengan suara keras tapi Mana tetap diam dan terlihat cool, walaupun sesekali menunjuk penonton. Seth pun berteriak "Are you ready to go to the end?!",dan membentangkan tangannya serasa ia akan menggapai langit dan mulai bernyanyi penuh emosi.

Saat intro Night Breed terdengar, para penonton kemudian mengangkat tangan mereka, dipimpin oleh Seth, mereka mulai ber head-banging. Saat Vain, Seth mendadak diam dan menatap para penonton sambil menggumamkan sesuatu dengan cepat. Bersamaan dengan hentakan drum ala Hayato, cabikan bass Sugiya dan suara K, para penonton pun kembali panas.

Setelah beberapa selingan dari sound effect, mereka kemudian memainkan Last Temptation, yang berbau rock ballad dengan melodi yang indah. Di bawah sorotan lampu, Seth membuka tangannya ke arah penonton dan mulai bernyanyi dengan penuh penghayatan. Susunan lampu pun tampak senada dengan lagu ini, dimulai dari warna kehijauan dan diakhiri dengan warna putih. Tak lama setelah itu mereka memainkan Perish. Suara gitar yang di mix dengan synthesizer membuat aura-aura misterius, salib di gitar Mana pun bersinar di gelapnya panggung. Seluruh venue ini penuh dengan perasaan heavy saat lagu yang melankolis tersebut berakhir.

Saat selingan, Mana berkata pada Seth dan K kalau lagu berikutnya, dispel bound, membutuhkan suatu ceremony. The Moidists, begitulah sebutan untuk fans Moi dix Mois, kemudian diberi instruksi untuk bersama-sama ikut ambil bagian. Setelah synthesizer dimainkan, muncul huruf “d”, “i”, dan “x” di belakang tirai, dengan outline cahaya berwarna hijau.Mereka kemudian melagukan lagu tersebut bersama dengan para fans, ditemani oleh hentakan drum. K kemudian mengumumkan Immortal madness, dan berteriak “Raise your fists!” yang langsung dibalas teriakan para fans “dix love!”. Di setiap laguj-lagu bertempo cepat semuanya ber head bang, Mana pun mulai mendekat ke penonton dan menyentuh tangan fansnya.
Lagu berikutnya, Metaphysical, mempunyai suasana yang sangat berbeda, para penonton mulai menggila saat melodi dimainkan beserta vokal Seth yang indah. Setelah itu mereka memainkan neo pessimist. Drum Hayato mirip seperti suara tembakan saat satu persatu member masuk lagi ke panggung. Saat itu mulai terderngar suara organ, Xanadu pun dimainkan "Words are not needed, rise to the spiritual world" Seth bernyanyi dengan penuh penghayatan, dibawah naungan cahaya merah, di dunia kegelapan yang indah dan ruang yang suci.

Setelah Xanadu, para member pergi dari stage dengan sound effect seperti bunyi kehancuran bumi. Siluet dari decagon muncul dan para penonton memanggil Moi dix Mois terus menerus. Akhirnya para member pun kembali ke panggung dan bertanya pada penonton untuk berteriak “You are dix!”. Kali ini Mana menggunakan gitarnya yang ESP, jeune fille X Bronze -Cross Ray-. di tengahnya bersinar salib berwarna biru. Encore ini dimulai dengan lagu deus ex machine dan para penonton yang disuguhi musik yang paling keras dari Moi dix Mois ini mengangkat tangan mereka dan ber headbang dengan sisa tenaganya. Keadaan ini terus menggila sampai akhirnya konser pun ditutup dengan screaming dan kemudian panggung pun kembali gelap.

Kostum yang bagus dan efek-efek di panggung membuat live ini layak untuk ditonton. Musik band ini merupakan kombinasi dari heavy metal, techno elements dan musik klasik, yang mempunyai beberapa faktor yang saling bertolak belakang, seperti suara berisik dan diam, klasik dan modern, kehancuran dan awal mula, yang dikenal baik oleh banyak orang. Konser Moi dix Mois ini seperti sihir, seperti sedang menyembah berhala dimana gender, pengetahuan, dan spirit kita bersatu tapi tidak begitu penting. Untuk orang-orang yang bosan dengan kehidupan mereka yang itu-itu saja, konser Moi dix Mois menawarkan pelarian yang sempurna. Ini adalah sebuah kesempatan untuk merasakan pengalaman di dunia berbau mistik dan melepaskan jati diri


Translate from : JaME U.S.A

Komentar