Langsung ke konten utama

Luna Sea - Mother



Kalau saya bertanya apa band terbaik di Jepang, saya pasti akan ngakak kalau ada yang bilang L’arc~en~Ciel. Bukannya saya sensi, tapi menurut saya mereka bukan yang terbaik. Bagus, tapi bukan yang terbaik.
X Japan? Mereka keren, tapi jujur aja, selepas comeback mereka beberapa tahun belakangan ini, saya jadi menatap merana larinya bakat musik salah satu pionir Visual Rock di Jepang ini. I mean, if you keep on using your dead guitarists hologram, putting his guitar onstage regardless you already have NEW GUITARIST and having a leader/drummer/producer/manage that keep on fake-fainting and tweeting yet STILL KEEP ON RE-RELEASING OLD SONGS INSTEAD OF MAKING A FUCKING DECENT NEW SONG, how can I say they’re the best?
So anyways, my money’d go to Luna Sea. A band so awesome, they’re simply awesome. Originally named Lunacy, they kick off their career in 1989, the beginning of an era of Visual Rock. As the matter of fact, their style was considered as one biggest influence in modern day Visual Kei. I can safely assume too that Sugizo's glam solo and gesture have the biggest followers and copycats than any other Japanese guitarists.



Luna Sea (1989-2000) adalah band rock asal Kanagawa - Jepang. Mereka adalah Ryuichi Kawamura (vokal), Sugizo (gitar / violin), Inoran (ritem gitar), J (bas), dan Shinya (dram). Sepanjang karirnya, band yang sebelumnya bernama LUNACY ini telah merilis tujuh album, antara lain: Luna Sea (1991), IMAGE (1992), EDEN (1993), MOTHER (1994), STYLE (1996), SHINE (1998) dan terakhir LUNACY (2000). Luna Sea menutup tirai bermusiknya pada tahun 2000 dan menggelar konser terakhir yang bertajuk FINAL ACT pada 26 - 27 Desember 2000. Pada tahun yang sama, mereka juga merilis album kompilasi Period & CD Single Love Song sebagai kenang-kenangan terakhir.

Namun tidak, Luna Sea kembali menyambut fans-nya dengan merilis album tribute Re:Birth dan konser reuni God bless You ~One Night Dejavu~ pada tanggal 24 Desember 2007. Meski hanya sehari, namun cukup memuaskan dahaga para Slave (fansclub mereka), termasuk saya :P.

Sekarang, sebagai persembahan untuk band legendaris Jepang ini, saya menerjemahkan salah satu balada terbaik Luna Sea dalam bentuk puisi :).




MOTHER

Ketika aku tak bisa melihat dengan pasti
zaman baru ini
aku diselimuti oleh kekacauan langit
pun sejak aku berjalan dari berseminya jiwa
di kubah angkasa yang licik ini

Sebelum hari di mana aku meninggalkan rasa yang hilang
sebelum hari saat mekarnya bunga berlahan lekang
jiwa baru ibunda – yang tertahbiskan
peristirahatan purba, berkata

Mother of love

Keajaiban kini menyelamatkanku
kemana ku pergi; apapun perbuatanku

Mother of love

Fajar kini menuntunku
aku membutuhkan cinta; aku sangat membutuhkan cinta




MOTHER dibuka dengan tabuhan drum Shinya dan petikan khas Inoran. Ryuichi sampai pada puncak penjiwaan saat menyanyikan lagu ini. Petik bas J - juga tak bisa diremehkan. Namun yang paling sakral adalah permainan biola Sugizo pada tengah lagu, yang juga menyerupai suara gagak hitam (permainan biola mantan suami Vivian Hsu ini sepertinya merupakan padanan yang paling telak menguatkan lagu!).

Lagunya kelam, dengan nuansa - nuansa gotik & misterius (bayangkan, suara latar anak - anak di bagian refrain menjelang penutup).


INFO TAMBAHAN
Luna Sea mengaku saat mengerjakan album MOTHER, mereka memutuskan 'keluar' setahun dari keramaian. Sehingga, meski lagu - lagu dalam album MOTHER kebanyakan cepat, namun nuansa 'hening'-nya masih melekat. Duh, kalau benar pertapa gitu bisa ngebuatku nyiptain karya se-maha itu, saya juga mau deh. Sebagai referensi coba dengar deh lagu - lagu dalam album MOTHER, seperti lagu LOVELESS, ROSIER, atau yang pelan seperti GENESIS OF MIND. Album ini benar - benar personal buat saya, terlebih lagu MOTHER yang ditempatkan pada penutup. Saya juga nggak tahu siapa 'ibu' dalam lagu ini, saya sendiri merasakan aura seorang ibu bila mendengar album ini, entah mengapa? Mungkin karena aku benar – benar menghormati sosok-nya :).




Komentar